Alat Pendeteksi Kebakaran berbasis IOT (Internet Of Thing) Hantarkan Siswi MAN 2 Cilegon Juara 1

Cilegon (25/11/2021) - MAN 2 Kota Cilegon dari waktu ke waktu seakan tak pernah luput dari torehan prestasi. Belum lama ini, anak didik atas nama Jihan Prihatini kelas 12 berhasil membuat terobosan di bidang tekhnologi dengan berinovasi mengembangkan alat deteksi kebakaran di sekolah, dari Madrasah yang dipimpin Munirudin itu menyabet juara satu dalam ajang lomba Olimpiade Fisika Tingkat Provinsi yang diadakan oleh Jurusan Fisika Fakultas Sains UIN SMH Banten.
“Alhamdulillah. Anak-anak didik kami kembali mendapatkan prestasi”, kata Kepala MAN 2 Kota Cilegon, Kamis (25/11).
Tak tanggung-tanggung, alat sederhana yang dibuat dengan biaya Rp500 ribu rupiah
inipun menjadi primadona sehingga bisa meraih Juara | dalam perlombaan Olimpiade Fisika Tingkat Provinsi Banten.
Munir menuturkan,keberhasilan anak-anak didiknya tidak lepas dari kegigihan anak-anak dalam belajar dan tentu saja tidak lepas dari arahan dan binaan para guru yang ada di madrasah.
“Kita hanya bisa melakukan yang terbaik dalam belajar termasuk dalam mengikuti lomba”, ujar Munir lagi.
Menurutnya, pihaknya akan terus melakukan inovasi teknologi, berupaya dalam berkontribusi menuai prestasi melalui berbagai lomba dan kegiatan ekstrakurikuler MAN 2 Cilegon. Baik pada ajang lomba tingkat Kota Cilegon, Provinsi Banten,maupun tingkat nasional”, imbuhnya.
Munir berharap, kepada anak-anak didiknya yang telah menggapai prestasi tidak langsung cepat puas. Sebaliknya, justru harus bisa lebih giat lagi belajarnya dalam upaya menggali ilmu lebih dalam lagi.
“Dengan torehan prestasinya itu, anak-anak pun mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan jutaan rupiah dari Rektor UIN SMH Banten”, tandasnya
Sementara itu, Jihan Prihatini menjelaskan, detektor kebakaran itu dibuat dengan menggunakan komponen sederhan seperti mikro controller, sensor, sirene, dan pompa air. Secara fungsi jika ada kebakaran dengan suhu tertentu, mikro kontroler akan membaca dan mengirimkan sinyal ke sensor akan mengirimkan sinyal kepada sirene yang akan berbunyi, serta secara otomatis dan juga sampaikan ke pengguna melalui aplikasi berbasis IOT (Internet Of Think) bahwa di titik tertentu telah terjadi kebakaran. Lalu pengguna akan menerima pesan dan melakukan perintah pemadaman jarak jauh otomatis dan menghidupkan pompa air untuk memadamkan kebakaran.
“Nantinya jika sudah terbaca sirene akan berbunyi dan pompa air otomatis akan menyemburkan air dan api pun padam," ujar Jihan Prihatini
Untuk merakit detector sederhana ini, lanjut Jihan, dibutuhkan waktu satu minggu dengan komponen yang dapat dibeli dengan total harga Rp500 ribu rupiah. Apabila ingin dikembangkan di ruangan yang lebih besar, maka bisa diganti komponen sirene kecilnya dengan pengeras suara dan kipas dengan kapasitas besar.
"Cukup murah hanya Rp500 ribu saja. Ini jika ingin dikembangkan bisa mengubahnya sesuai dengan kapasitas ruangan. Bisa juga peringatan melalui sirene yang lebih besar dan pompa air yang lebih besar juga" pungkasnya
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- RAKERDA UPZ BAZNAS PROPINSI BANTEN 2024
- M2CBS Ukir Prestasi KANIRA IX BANTEN
- Kunjungan Ketua PBVSI Ke M2CBS
- M2CBS Meraih Juara Ke 3 Lomba ROBOTIK Tingkat Nasional
Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :
Komentar :
Kembali ke Atas